Jumat, 11 Desember 2009

(500) Days of Summer (2009)


YOW! setelah nge-post dua ulasan film yang cukup "keras", ada baiknya kali ini saya membahas satu film romantis (caileeeh), hehe.
dunia seni (film, musik, dsb) memang tidak pernah usai dengan tema-tema cinta. entah itu tema cinta yang tragis ataupun bertemakan cinta yang happy ending. film yang kali ini saya bahas adalah (500) DAYS OF SUMMER.

Tom Hansen (Joseph Gordon-Levitt), seorang lulusan arsitektur yang bekerja sebagai penulis kartu ucapan yang tinggal di Los Angeles. Pada suatu hari di sebuah rapat rutin kantor, ia langsung terpikat oleh sekretaris baru bosnya, Summer Finn (Zoeey Deschanel). Summer Finn dikisahkan sebagai seorang wanita independen yang selalu menarik perhatian orang-orang akan kecantikannya sejak kecil namun mempunyai pengalaman buruk akan percintaan karena perceraian orang tuanya. Berikutnya, setelah beberapa kekakuan, Tom akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berkenalan dengan Summer di sebuah lift. Ketika itu Tom yang secara tak sengaja berduaan dengan Summer disebuah lift diajak ngobrol oleh Summer yang juga tertarik dengan THE SMITHS, band yang lagunya sedang diputar oleh Tom di headsetnya. Setelah itu, di sebuah acara karaoke bersama pegawai-pegawai kantor lainnya, Tom dan Summer makin dekat dan saling tertarik. Beberapa hari berikutnya pun mereka langsung berkencan. Kartu-kartu ucapan yang ditulis oleh Tom untuk perusahaannya semua terinspirasi oleh keindahan Summer yang ia rasakan.

Hari-hari yang baik dan penuh moment-moment romantis dialami keduanya selama beberapa minggu ke depan. Tapi entah kenapa muncul konflik-konflik kecil di hari-hari beikutnya. Konflik-konflik tersebut dipicu oleh perbedaan pandangan mengenai cinta dan hubungan cinta dari masing-masing yang mempunyai latar belakang pemahaman cinta sejak kecil. Akankah Tom dan Summer akan terus bersama, anda dapat menjawabnya dengan menonton sendiri film ini.

Gaya penceritaan film cukup menarik, dengan bercerita satu hari pilihan sekali dari lima ratus hari dengan diawali dengan tampilan nomer hari di sebuah kartu ucapan dan selalu dibimbing oleh sebuah suara narator yang cukup lucu. Alurnya yang maju-mundur membuat kita penasaran selama menonton film ini untuk mengetahui bagaimana sebenarnya akhir ceritanya. Kencan-kencan mereka berdua juga pasti menarik bagi anda dan membuat terpingkal-pingkal (khususnya pada kencan di sebuah depaterment store besar). Konflik cinta yang mereka alami juga tidak biasa, tidak ada peran keluarga yang tidak menyetujui, tidak ada perselingkuhan murahan, hanya konflik yang bersumber dari masing-masing pasangan yang berbeda pandangan dan prinsip akan cintanya masing-masing. Konflik yang diceritakan pun tidak melewati pertikaian berlebihan. oya, saya juga suka dengan lagu-lagu yang mengisi scene-scene dalam film ini.

Disutradarai: Marc Webb

Penghargaan-penghargaan yang diraih atau dinominasikan untuk film ini:
2009 Nominated Palm Beach International Film Festival Film Presented
2009 Nominated SXSW Film Presented
2009 Nominated Seattle International Film Festival Film Presented
2009 Nominated Sundance Film Festival Film Presented

Rating: *****
Baik Ditonton: Berduan (bebas sama siapa aja, hehe)

Quotes dari film ini:
There's no such a thing as love.
It's a fantasy - Summer Finn

Kamis, 10 Desember 2009

24 HOURS PARTY PEOPLE (2002)



Apabila anda pecinta musik-musik dari Britania Raya seperti Joy Division, New Order, Happy Monday, maka ini adalah film yang akan membantu anda mengetahui sepenggal kisah dari band-band tersebut. Film yang bergaya semi-dokumenter ini berdasarkan kisah nyata walaupun ada juga rekaan maupun gosip.Film ini sendiri bersentral kepada seorang Anthony Wilson, seorang reporter BBC-Granada, yang tertarik akan scene indie di Manchester, Inggris, yang kemudian bersama teman-temannya membentuk label rekaman bernama Factory Records. Kisah dalam label rekaman inilah yang akan menjadi sorotan paling luas di film ini. Dimulai dengan mengontrak satu band baru beraliran post-punk bernama Joy Division yang berakhir dengan kematian tragis vokalisnya Ian Curtis menjelang konser tur-nya di Amerika Serikat. Kemudian teradapat band baru lagi yaitu Happy Monday yang sangat bermasalah dengan obat-obatan. Kesuksesan Factory Records juga dilanjutkan oleh pembangunan sebuah klab malam bernama The Hacienda yang juga akan menambah konflik dalam film ini.

Anda akan mendapatkan sensasi baru menonton film di film ini. Pengambilan gambar oleh kamera yang sangat ”mobile”, alur film yang cepat, serta gaya penceritaan film yang langsung dituturkan oleh Tony sendiri kepada penonton seperti layaknya orang curhat akan membuat anda tidak bosan selama menonton. Karakter Tony yang angkuh, populis, visioner dan banyak memberikan kutipan-kutipan yang bermakna akan membuat anda kagum. Dialog-dialog kasar, sarkas namun konyol yang banyak mewarnai film ini membuat film ini makin nyata dan murni. Adegan-adegan potongan dukumentasi yang di edit secara tidak halus juga menambah kesan apa adanya pada film ini.

Karena film ini bersifat dokumenter dan berdasarkan kisah nyata, anda akan menemukan fakta-fakta menarik tentang band-band yang dinaungi oleh Factory Records yang tidak (belum) pernah dipublikasikan sebelumnya. Pengetahuan anda akan kehidupan malam di Manchester pada saat itu juga akan bertambah.
Cast:
Steve Coogan (Tony Wilson)
Shirley Henderson (Lindsey)
Danny Cunningham (Shaun Ryder)
Sean Harris (Ian Curtis)
Director: Michael Winterbottom

Quotes dari film ini:
• Tony Wilson: Energy, energy? Energy is, is, it's nothing more than a lot of new age hokum masquerading as spirituality.
• Tony Wilson: It looks great actually - yeah, really nice. It's beautiful - but useless. And as William Morris once said: "Nothing useless can be truly beautiful."
• Tony Wilson: Jazz is the last refuge of the untalented. Jazz musicians enjoy themselves more than anyone listening to them does.

Penghargaan-penghargaan yang diraih oleh film ini:
Cannes Film Festival 2002
San Sebastián International Film Festival 2002

Rating: ****
Film yang serupa: CONTROL
Baik Ditonton: Sendirian atau Ramai-Ramai Bersama Teman




Film yang disutradarai oleh Lexi Alexander ini mengisahkan tentang kehidupan keras pendukung klub sepakbola di Inggris dan pencarian jati diri seorang pria. Dikisahkan seorang pria bernama Matt Buckner (Elijah Wood) adalah mahasiswa jurnalisme dari Harvard Amerika yang dikeluarkan dari kuliah ketika teman sekamarnya memfitnah dia dengan kasus narkotika. Matt akhirnya pulang ke London untuk mengunjungi saudara perempuannya, Shannon (Claire Forlani), yang telah menikah Inggris Steve Dunham (Marc Warren). Kebetulan, Matt tiba di sebuah kurang dari saat yang tepat, dan dia akhirnya menghabiskan malam pertama di Inggris yang saudara Steve, Pete (Charlie Hunnam). Pete adalah anggota sebuah "perusahaan" dari teman-teman yang menyebut diri "Green Street Elite" (GSE) dan memiliki gairah fans dari sebuah klub sepak bola, West Ham United.


Matt, yang masih dengan aksen bahasa "Amerika"-nya, segera akrab dengan kehidupan "persaudaraan" GSE. Keseruan film ini segera dimulai dengan pertandingan West Ham melawan Birmingham. Ketika pertandingan berlangsung, situasi menjadi panas dikalangan suporter yang dimulai dengan ejekan salah satu anggota GSE yang menyamar jadi panitia. Dan ketika pertandingan selesai, Matt yang hendak langsung pulang ke rumah Shannon berpisah dari anggota GSE dihadang oleh suporter klub lain yang sudah panas. Untungnya seketika hal itu diketahui oleh anggota GSE lainnya dan langsung membantu Matt. Adegan-adegan perkelahian kerap mewarnai ”scene-scene” berikutnya dalam film ini. Lalu diselingi oleh konflik kehidupan pribadi Matt dengan kakak perempuannya (Shannon) dan ayahnya yang baru tahu bahwa ia telah dikeluarkan dari kuliahnya.


Walaupun banyak menampilkan adegan kekerasan dan menggunakan bahasa Inggris yang kasar, bagi saya film ini tetap memberikan hal-hal positif yang mendalam. Saya juga tidak lagi memandang Elijah Wood sebagai aktor speialis film fiksi ringan.
Film ini menunjukkan suatu hubungan yang sangat kental dalam suatu kelompok, bagaimana anda mengambil keputusan dan jalan hidup anda kedepan.


Penghargaan-penghargaan yang dimenangkan oleh film ini:
LA Femme Film Festival (2005)
Malibu Film Festival (2005)
SXSW Film Festival

Rating: ***
Baik Ditonton: Sebelum Ujian (hehe)

haaaay sobat pti, maaf, maaf, maaf... setelah menyadari bahwa menghibur/melucu dengan rangkaian huruf itu susah bagi saya, saya sekarang akan merubah tema blog saya nih. tema blog saya kali ini adalah kumpulan resensi/ulasan (spoiler, hehe) film-film yang sudah pernah saya tonton.

mudah-mudahan berguna yah bagi kalian yang lagi bingung mau nonton apa!

:cheers:

Rabu, 25 November 2009

yow yow yow

haaayyyy sahabat kelas pti


haha kenapa yg disapa cm kelas pti ya karena saya tahu bakal cuma dibuka sama orang2 dikelas pti saya saja kaaan, ya berhubung bikin blog ini cuma buat tugas akhir pti sih, hahaha

blog saya ini bertemakan yang lucu2 (semoga), apapun yang menurut saya lucu, saya masukkin disini, tebak-tebakan, pantun-pantunan, gambar2 lucu juga bakal ada disini

sesuai namanya, silahkan ketawa kalo ada yang dirasa lucu, tp tolong juga ketawa meskipun ga lucu, inget kata oom joker: "why so serious?", jadi ketawa doong ketawa, hehe maksa

udah ah, semoga menikmati